PERAYAAN PANEN HASIL BELAJAR P5
SMAN 1 RENGAT
TAHUN 2024
Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah memberkahi SMAN 1 Rengat dalam acara panen hasil belajar pada hari Rabu, 22 Mei 2024. Diiringi hujan menambah kesyahduan acara penampilan silmulasi adat pernikahan budaya Melayu Rengat yang dibawakan oleh siswa/siswa kelas X dan XI SMAN 1 Rengat.
Panen hasil belajar ini mengusung tema “HIMALAYA” yang merupakan akronim dari Hidupkan Melayu Lestarikan Budaya. Tema ini merupakan implementasi dari tema “Kearifan Lokal” dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dipilih pada Tahun Pelajaran 2023/2024 ini.
SMAN 1 Rengat dalam Tahun Pelajaran 2023/2024 ini menetapkan tiga tema untuk kelas X dan dua tema untuk kelas XI berdasarkan diskusi bersama kurikulum dan rekan-rekan koordinator serta fasilitator dalam rangka memfasilitasi pembelajaran yang berpihak pada murid melalui kegiatan P5. Adapun ke-tiga tema tersebut adalah:
Tema 1: Suara Demokrasi
Tema ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI secara bersamaan pada 4 bulan pertama di awal semester. Tema ini dipilih dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik dan benar kepada seluruh peserta didik tentang arti berdemokrasi yang sehat. Uotput dari tema ini adalah seluruh siswa mampu mengaplikasikan demokrasi dalam memilih ketua dan wakil serta pengurus OSIS/MPK di sekolah. Pemahaman berdemokrasi yang baik ini dikuatkan lagi dengan pendalaman materi yang diberikan oleh KPU kabupaten, sebagai bekal bagi mereka ketika telah berhak menggunakan hak suara mereka pada PEMILU. Hasil dari pembelajaran pada tema ini telah ditunjukkan pada keberhasilan siswa dalam melakukan pemilihan ketua/wakil ketua/pengurus OSIS/MPK dengan baik dan lancar.
Tema 2: Gaya Hidup Berkelanjutan
Tema ini diikuti hanya siswa kelas X. Tema ini dipilih dilatar belakangi oleh kurangnya kepedulian siswa kelas X dalam membuang sampah dengan tertib. Siswa membuang sampah tidak sesuai dengan jenisnya, artinya masih bercampur antara oragnik dan non organik, sehingga sampah ini tidak dapat dimanfaatkan kembali dengan baik. Perlu proses yang berat untuk memilah dan mengolah sampah menjadi barang yang berguna. Maka tujuan dari pembelajaran P5 dengan tema ini agar siswa memahami dengan baik cara mengelola sampah sehingga mampu dimanfaatkan kembali dan tidak menyebabkan polusi yang membahayakan kesehatan lingkungan. Di samping itu, gaya hidup berkelanjutan juga mengajarkan kepada siswa bagaimana berakhlak pada lingkungan, menjaga kebersihan lingkungan sehingga lingkungan juga memberikan manfaat dengan keasriannya, produksi oksigennya memberikan kenyamanan dan kesegaran bagi pernapasan yang berefek pada pembelajaran yang baik. Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat ini, maka kegiatan yang dilakukan kelas X adalah memanfaatkan dan mengolah sampah palstik menjadi barang yang bernilai dan juga menanami lingkungan sekitar kelas dengan tanaman obat dan sayuran.
Tema 3: Kearifan lokal
Tema ini kembali diikuti oleh seluruh kelas X dan XI. Sub tema yang diplih adalah tata cara pernikahan adat Melayu Rengat. Tema ini diangkat dengan latar belakang bahwa pengetahuan siswa akan budaya Melayu khususnya di Rengat sangat kurang. Sebagian besar siswa tidak memahami makna dari simbol-simbol dan tata cara serta properti yang digunakan dalam prosesi pernikahan adat Melayu Rengat. Dengan menghadirkan budayawan Melayu yang sangat paham dengan adat pernikahan Melayu Rengat ini, yaitu Bapak H. Mailiswin, sebagai pemateri dalam proses pembelajaran dan menggali informasi tema kearifan lokal ini, maka pemahaman siswa semakin dalam dan semakin tercerahkan. Sehingga mereka mampu merencanakan dan menyusun acara dengan memilih bentuk kegiatan sebagai interpretasi dari pemahaman mereka dari informasi yang mereka terima tentang tata cara adat perkawinan Melayu Rengat. Tentunya tetap dalam bimbingan koordinator dan fasilitator handal P5 dan tim.
Dengan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik, antara kurikulum, kesiswaan, sarana, humas dengan koordinator serta fasilitator P5, maka kegiatan perayaan panen hasil belajar P5 pun dijadwalkan dan dirancang serta bentuk kegiatan yang dibungkus sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah pertunjukkan yang memberikan manfaat lebih bagi semua yang hadir. Manfaat berupa informasi yang jelas dan benar tentang tata cara pernikahan budaya Melayu Rengat, selanjutnya penampilan yang sangat terkesan karena diperankan dengan sangat apik dan penjiwaan yang penuh dari aktor yang melakonkan, dibumbui dengan gurauan ringan yang tidak merusak makna adat yang disampaikan sehingga menjadi tontonan yang sangat menarik dan menghibur, tidak ingin beranjak sebelum semua tahapan prosesi selesai disimulasikan.
Tentu saja semua yang ditampilkan mulai dari tema 1 sampai dengan tema 3 tidak terlepas dari kemampuan dan kemauan berliterasi yang tinggi dari seluruh siswa, koordinator dan fasilitator P5, sehingga apa yang sampaikan benar-benar tepat dan tidak mengada-ada. Sebelum melakukan kegiatan mulai dari tema Suara Demokrasi, Gaya Hidup Berkelanjutan sampai Kearifan Lokal sudah melalui penggalian informasi dari berbagai sumber, baik referensi dari buku, bertanya kepada ahli dan mendatangkan praktisi untuk menguatkan pengetahuan yang diberikan kepada siswa.
Sumber inspirasi dan referensi utamanya tidak terlepas dari ketersediaan buku-buku penunjang tentang materi dari setiap tema di Perpustakaan SMAN 1 Rengat. Berbagai jenis buku tentang bagaimana melaksanakan demokrasi yang sehat dan sportif, pengertian demokrasi yang benar, bagaimana memanfaatkan lingkungan, cara bercocok tanam sampai pada tema terakhir tentang budaya Melayu Riau khususnya Melayu Rengat tersedia di perpustakaan SMAN 1 Rengat. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan P5 memang benar-benar meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan yang terpenting adalah meningkatkan dan menguatkan karakter peserta didik sesuai dengan profil pelajar pancasila.
Akhirnya semua berharap parayaan hasil belajar P5 ini tidak sekedar pameran, hura-hura, senang-senang tanpa makna, namun yang paling penting adalah proses yang telah dilalui membekas menjadi kekuatan karakter yang membentuk peserta didik menjadi pribadi yang tanggung, santun dan mencintai budaya Indonesia. Harapan terbesar pada seluruh siswa adalah mereka menjadi pribadi yang mampu bersaing dan menangkis semua pengaruh buruk budaya asing dengan mencintai dan melestarikan budaya yang mereka miliki sejak dari lahir.
Bunga seroja iconnya Rengat
Dipakai dara menghias sanggul
Gelar budaya dengan semangat
Ciptakan pemuda berwawasan unggul
Pengantin melayu berkain songket
Songket dipakai dengan kebaya
Perayaan P5 menjadi etiket
Karakter tertanam hidup berbudaya